Jumat, 19 Desember 2014
METODE GRIDDING
METODE GRIDDING
Grid adalah jaringan titik segi empat
yang tersebar secara teratur ke seluruh area pemetaan. Grid dibentuk
berdasarkan pada data XYZ dan menggunakan algoritma matematis tertentu.
Gridding merupakan proses penggunaan titik data asli (data pengamatan) yang ada
pada file data XYZ untuk membentuk titik-titik data tambahan pada sebuah grid
yang tersebar secara teratur. Dalam pembuatan file grid ini akan diatur
mengenai :
1. Geometri
garis grid, yang terdiri dari parameter batas grid dan kepadatan grid
2. Metode
grid / gridding
Batas grid
merupakan batas-batas pemetaan yang diambil dari nilai X terkecil, X terbeasr,
Y terkecil, dan Y terbesar. Nilai X dan Y diambil dari data mentah di
worksheet. Batas-batas pemetaan tersebut membentuk sebuah segi empat dengan
koordinat terluar nilai-nilai terbesar dari X dan Y. kepadatan grid merupakan
lebar kolom dan garis pada file grid. Kolom dan baris ini berupa garis grid
minor yang terbentuk oleh proses interpolasi file XYZ di sepanjang sumbu X dan
Y. beberapa metode grid dalam surfer :
1. Inverse
Distance to a Power
Metode ini cenderung memiliki pola “bull’s
eyes” pada kontur-kontur yang konsentris melingkar pada titik data.
Metode ini merupakan metode penimbangan rata-rata yang sederhana untuk
menghitung nilai jarak grid. Berikut contoh hasil gridding dengan metode Inverse
Distance to a Power :
2. Kriging
Kriging adalah
metode gridding geostatistik yang telah terbukti berguna dan populer di
berbagai bidang. Metode ini menghasilkan visual peta yang menarik dari data
yang tidak teratur. Kriging adalah metode gridding sangat fleksibel. Dimana
krigging dapat menghasilkan jaringan yang akurat pada data. Krigging merupakan
metode default pada surfer. Berikut contoh hasil gridding dengan metode Kriging
:
3. Minimum
Curvatur
Metode ini
melakukan generalisasi permukaan secara halus. Metode ini juga
secara luas digunakan dalam ilmu bumi karena hasil interpolasi dengan metodeMinimum
curvatur analog yang sangat tipis, piringan linier elastis melewati
setiap nilai data dengan jumlah minimum yang dapat berubah. Salah satu
kelemahan metode ini adalah kecenderungan mengekstrapolasikan nilai-nilai di daerah
yang tidak ada datanya. Berikut contoh hasil grading dengan
metode Minimum curvatur :
4. Modified
Shepard’s Method
Hasil metode ini
serupa dengan inverse distance, tetapi apabila parameter smoothing
diaktifkan maka kecenderungan kontur membentuk pola “bull’s eye” tidak
akan trjadi. Dengan menggunakan metode ini kita dapat meramalkan kemungkinan
nilai-nilai di luar rentang Z dari data yang kita miliki. Berikut
contoh hasil gradding dengan metode Modified Shepard :
5. Natural
Neighbor
Metode ini
menghasilkan kontur yang baik dari data set yang berisi data padat di beberapa
daerah dan data jarang di daerah lainnya. Hal ini tidak menghasilkan data di
daerah tanpa data dan tidak ekstrapolasi nilai-nilai Z di luar grid jangkauan
data.
6. Nearest
Neighbor
Metode ini efektif
untuk data-data XYZ yang tersebar merata dalam setiap daerah pemetaan, tetapi
akan terjadi masalah apabila data XYZ tidak tersebar merata akan mengakibatkan
hasil kontur menjadi bias. Metode Nearest neighbor menggunakan
yiyik terdekat untuk memberikan nilai pada node grid. Hal ini berguna untuk
konversi secara teraturXYZ data file ke dalam file grid. Metode ini tidak
meramalkan kemungkinan grid Z di luar jangkauan data.
7. Polynomial
Regression
Metode ini
bermanfaat untuk analisis permukaan secaraumum. Metode ini menampilkan
kecenderungan kemiringan pada pola topografi secara umum dengan cakupan wilayah
yang luas. Metode Regresipolinomialmemproses data sehingga
mendasari skala besar dengan kecenderungan pola yang ditampilkan. Hal ini
digunakan untuk analisis yang cenderung berada di permukaan. Metode ini dapat
memaparkan nilai-nilai grid di luar data jangkauan Z.
8. Radial
Basis Function
Metode radial
basis function merupakan metode terbaik untuk sebagian besar jenis
data. Tetapi cenderung membentuk pola “bull’s eye” terutama jika
parameter smoothing diaktifkan. Gambar yang dihasilkan dengan metode ini mirip
dengan krigging tetapi menghasilkan hasil yang sedikit berbeda.
9. Trianggulation
with linear interpolation
Metode ini
bermanfaat menghasilkan analisis patahan. Metode ini membutuhkan data yang
banyak, karena apabila terjadi kekurangan data maka akan terjadi pembentukan
pola segitiga pada permukaan kontur. Walau demikian metode ini dapat menangani
situasi sulitseperti pembuatan fitur seperti teras dan lubang. Metode ini tidak
mengekstrapolasi nilai-nilai Z di luar jangkauan data.
10. Moving Average
Metode ini hanya
berlaku pada set data yang sangat besar dan banyak (misal >1000 titik data)
sehingga dapat menggabungkan data breakline. MetodeMoving Average ini
memberikan nilai ke node jaringan dengan rata-rata data di dalam elips
pencarian node grid.
11. Data Metrics
Metode gridding
satu ini digunakan untuk membuat informasi grid tentang data. Metode gridding
data metrik secara umum cenderung tidak menginterpolasi rata-rata dari
nilai-nilai Z.
12. Local Polynomial
Metode ini paling berlaku untuk set data yang
halus lokal (misalnya relatif halus permukaan dalam lingkungan pencarian).
Metode gridding Polynomial local memberikan nilai ke node
jaringan dengan menggunakan kuadrat terkecil berbobot sesuai dengan data di
dalam elips pencarian node grid.
SUMBER: http://bahankuliah-tha.blogspot.com/2012/11/metode-metode-gridding-pada-software.html
LANGKAH KERJA MEMBUAT SURFER
LANGAH KERJJA SURFER
1. Isikan data pada tabel
2. Simpan file tersebut dalam ekstensi latihan sf1.dat
3. setelah disimpan maka kita masuk pada tampilan windows plot dengan cara [file][new] pilih plot document
4. cara untuk melakukan gridding adalah [grid][data] kemudian kita pilih file yang kita telah simpan (latihan sf1)
5. pada layar akan muncul tampilan gambar lalu OK
6. untuk melihat hasil konturnya, kita lakukan ploting yaitu dengan cara map/contur map/new contour map
7. klik ok
8. jika kita hendak mengubah tampilan peta contour double click pada peta tersebut. maka tampil lagi gambar dan gunakan beberapa setting
1. Isikan data pada tabel
2. Simpan file tersebut dalam ekstensi latihan sf1.dat
3. setelah disimpan maka kita masuk pada tampilan windows plot dengan cara [file][new] pilih plot document
4. cara untuk melakukan gridding adalah [grid][data] kemudian kita pilih file yang kita telah simpan (latihan sf1)
5. pada layar akan muncul tampilan gambar lalu OK
6. untuk melihat hasil konturnya, kita lakukan ploting yaitu dengan cara map/contur map/new contour map
7. klik ok
8. jika kita hendak mengubah tampilan peta contour double click pada peta tersebut. maka tampil lagi gambar dan gunakan beberapa setting
Langganan:
Postingan (Atom)







.jpg)
.jpg)
.jpg)





